Yogyakarta – Program Studi Magister Kebidanan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas Akademik Dosen dalam Pengembangan dan Transformasi Pembelajaran untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi dalam meningkatkan kompetensi dosen dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi.
Workshop menghadirkan dr. Noviarina Kurniawati, M.Sc., dosen Departemen Pendidikan Kedokteran dan Bioetika (DPKB) FKKMK UGM yang memiliki kepakaran dalam pengembangan sumber belajar dan media ajar, web-based learning, simulation-based learning, serta pembelajaran pada pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan. Selain aktif mengembangkan inovasi pembelajaran digital di FKKMK UGM, beliau juga merupakan salah satu lulusan International FAIMER Institute 2024–2026, program kepemimpinan pendidikan profesi kesehatan bertaraf internasional.
Workshop diikuti oleh seluruh dosen homebase Program Studi Magister Kebidanan serta dosen undangan dari berbagai departemen di lingkungan FKKMK UGM. Kehadiran peserta lintas disiplin diharapkan mampu memperkuat kolaborasi akademik dalam pengembangan pembelajaran yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan sesi “Transformasi Digital Pembelajaran: eLOK, MOOC UGM Online, dan Student-Centered Learning” yang disampaikan oleh dr. Noviarina Kurniawati, M.Sc. Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi transformasi pembelajaran melalui pemanfaatan platform digital Universitas Gadjah Mada, seperti eLOK dan MOOC UGM Online, serta penerapan pendekatan Student-Centered Learning (SCL) dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. Berbagai contoh implementasi pembelajaran digital juga dipaparkan untuk membantu dosen mengembangkan pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan Praktik Membuat Learning Management System (LMS) yang dipandu langsung oleh dr. Noviarina Kurniawati, M.Sc. Pada sesi praktik ini, peserta memperoleh pendampingan dalam menyusun dan mengembangkan mata kuliah berbasis LMS, mulai dari pengelolaan materi pembelajaran, penyusunan aktivitas belajar, pemanfaatan forum diskusi, pengembangan kuis dan asesmen, hingga pengelolaan penilaian secara digital. Pendekatan praktik langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengimplementasikan konsep yang telah dipelajari sehingga dapat diterapkan pada mata kuliah masing-masing.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) Berbasis Outcome-Based Education (OBE): Praktik Terpandu. Sesi ini difasilitasi oleh dosen homebase Program Studi Magister Kebidanan bersama tenaga pendidik. Melalui diskusi kelompok, peserta melakukan peninjauan dan penyempurnaan RPKPS agar selaras dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE), mulai dari perumusan capaian pembelajaran, penyusunan strategi pembelajaran, pemilihan metode asesmen, hingga penyelarasan antara capaian pembelajaran lulusan dengan aktivitas pembelajaran di kelas.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui diskusi, praktik, dan refleksi bersama. Peserta tidak hanya memperoleh penguatan konsep mengenai transformasi pembelajaran digital, tetapi juga menghasilkan luaran berupa rancangan awal LMS dan penyempurnaan RPKPS yang siap dikembangkan lebih lanjut dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Kebidanan FKKMK UGM berharap seluruh dosen semakin siap mengimplementasikan pembelajaran yang inovatif, berorientasi pada mahasiswa, serta memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Penguatan kapasitas akademik dosen diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan di masa depan.