Sleman, 23 Mei 2026 – Mahasiswa Magister Kebidanan Universitas Gadjah Mada, Lusi Juniati dan Maftuhah Nur Azizah menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “CERDAS HAMIL (Cegah & Evaluasi Faktor Risiko Demi Ibu & Anak Sehat)” di wilayah Condongcatur, Sleman, pada Sabtu (23/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan risiko tinggi pada kehamilan serta pentingnya mewujudkan kehamilan yang aman.
Kehamilan risiko tinggi masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya komplikasi kehamilan, persalinan, hingga kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, deteksi dini faktor risiko serta peningkatan literasi kesehatan maternal menjadi langkah penting dalam upaya promotif dan preventif di masyarakat. Melalui program CERDAS HAMIL, peserta diajak untuk mengenali berbagai faktor risiko kehamilan, memahami tanda bahaya selama kehamilan, serta mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan 12 peserta yang hadir secara luring dan 7 peserta yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan yang diawali dengan pembukaan dan pembagian buku saku edukasi sebagai media pendukung pembelajaran. Selanjutnya, peserta mengikuti pretest untuk mengukur pengetahuan awal terkait kehamilan risiko tinggi sebelum menerima materi edukasi.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan mengangkat berbagai topik penting, antara lain faktor risiko kehamilan, upaya pencegahan komplikasi, pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur, serta peran keluarga dan komunitas dalam mendukung kehamilan yang sehat. Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait kondisi kehamilan yang mereka alami maupun yang ditemukan di lingkungan sekitar.
Tingginya partisipasi peserta membuat kegiatan yang semula direncanakan berlangsung selama 90 menit berlanjut hingga sekitar 150 menit. Hal ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi kesehatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi sehari-hari.
Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah menerima edukasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian souvenir dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung.
Peserta menyampaikan kesan yang sangat positif terhadap pelaksanaan program CERDAS HAMIL. Mereka merasa kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pemahaman mengenai kehamilan risiko tinggi dan membantu mereka menjadi lebih waspada terhadap kondisi kesehatan selama kehamilan. Selain itu, peserta juga mengapresiasi kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber mengenai berbagai permasalahan yang mereka hadapi.
Melalui program CERDAS HAMIL, diharapkan masyarakat semakin mampu mengenali faktor risiko kehamilan sejak dini, meningkatkan kepatuhan terhadap pemeriksaan antenatal, serta mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat guna mendukung terwujudnya ibu dan bayi yang sehat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Magister Kebidanan Universitas Gadjah Mada dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan maternal melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.