Pada hari Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 09.00–11.00 WIB, bertempat di Dukuh Pedak, Kelurahan Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, telah dilaksanakan kegiatan kesehatan komunitas berupa edukasi dan pemberdayaan keluarga dalam upaya pencegahan stunting melalui program GENTA 5J (Gerakan Keluarga Tangguh Atasi Stunting dengan 5J: Jumlah, Jadwal, Jenis, Jalur, dan Jaga).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Husniar Adzani (25/558907/PKU/23267) dan Ilmannafi’a Azhar (25/559134/PKU/23286) selaku mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai bagian dari implementasi Mata Kuliah Kesehatan Komunitas yang berfokus pada upaya promotif dan preventif berbasis keluarga dan masyarakat.
Program GENTA 5J dikembangkan sebagai bentuk intervensi komunitas untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mencegah stunting melalui penguatan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada balita, praktik pemberian makan yang tepat berdasarkan prinsip 5J, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam lingkungan keluarga.
Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan pemberian edukasi berbasis kasus yang sering ditemukan di masyarakat. Peserta kegiatan terdiri atas ibu balita, kader kesehatan, dan anggota keluarga yang memiliki peran dalam pengasuhan anak. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan partisipasi aktif dalam proses diskusi. Beberapa peserta menyampaikan pengalaman terkait kesulitan pemberian makan pada anak, pemantauan pertumbuhan balita, serta upaya yang telah dilakukan keluarga dalam menjaga kesehatan anak.
Diskusi ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga sebagai faktor utama dalam pencegahan stunting. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk keluarga yang lebih mandiri dalam mengenali faktor risiko stunting, mampu menerapkan praktik pemberian makan yang sesuai kebutuhan anak, melakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala, serta membangun lingkungan keluarga yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting sebagai salah satu masalah kesehatan prioritas di Indonesia.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, tujuan pembelajaran kesehatan komunitas berupa pemberdayaan keluarga dan penguatan peran masyarakat dalam upaya promotif dan preventif kesehatan dapat tercapai dengan baik.