Kalasan, Sleman – Mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Pendampingan dan Deteksi Dini Ibu Hamil Risiko Tinggi (PEDULI RISTI) Berbasis Continuity of Care (CoC) di wilayah kerja Puskesmas Kalasan, Kabupaten Sleman, pada Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang merupakan implementasi Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas ini diinisiasi oleh Amalia Salfadila (25/567960/PKU/23782) dan Arfina (25/558219/PKU/23217). Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko kehamilan serta memperkuat pendampingan ibu hamil secara berkelanjutan di tingkat komunitas.
Acara dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Kebidanan UGM sekaligus dosen pengampu Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas, Dr. Diah Wulandari, M.Keb, tenaga kesehatan Puskesmas Kalasan, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta unsur masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Dalam sambutannya, Dr. Diah Wulandari, M.Keb menyampaikan bahwa pembelajaran kebidanan komunitas tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyarakat dan menghadirkan solusi yang aplikatif serta berkelanjutan.
“Pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesehatan maternal dan neonatal. Kader kesehatan memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam mendeteksi faktor risiko dan memberikan edukasi kepada keluarga,” ujarnya.
Program PEDULI RISTI mengusung pendekatan Continuity of Care (CoC), yaitu pelayanan yang dilakukan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Melalui pendekatan ini, kader kesehatan dibekali kemampuan untuk melakukan skrining sederhana, mengenali tanda bahaya kehamilan, memberikan edukasi kesehatan, serta mendukung proses rujukan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, simulasi kasus, dan sesi tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup identifikasi kehamilan risiko tinggi, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, peran keluarga dalam pendampingan ibu hamil, serta penguatan sistem rujukan maternal dan neonatal.
Menurut Amalia Salfadila dan Arfina selaku pelaksana kegiatan, keberadaan kader kesehatan yang terampil dan aktif dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan cakupan deteksi dini risiko kehamilan di masyarakat. Dengan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan ibu hamil memperoleh akses informasi dan layanan kesehatan yang lebih optimal sehingga risiko komplikasi dapat dicegah sedini mungkin.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep kebidanan komunitas secara nyata. Melalui pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan program kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat serta membangun kemitraan dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan kader di tingkat komunitas.
Melalui pelaksanaan Program PEDULI RISTI, diharapkan terwujud penguatan peran kader kesehatan sebagai agen perubahan dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata Universitas Gadjah Mada dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan neonatal serta percepatan penurunan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi di Indonesia.