Program Studi Magister Kebidanan FKKMK UGM menyelenggarakan kegiatan Praktikum Jahit Perineum pada Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di Gedung Tahir FKKMK UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa angkatan 3 dengan didampingi oleh tiga dosen fasilitator dari Departemen Obstetri dan Ginekologi, yaitu Dr. dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc.(HPE), Sp.OG, FFRI; dr. Pramudita Putri Dyatmika Mandegani, MPH., Sp.OG; serta dr. Kuky Cahya Hamurajib, Sp.OG.
Kegiatan praktikum ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Manajemen Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal, sebagai upaya peningkatan kompetensi klinis mahasiswa, khususnya dalam keterampilan penjahitan perineum sebagai salah satu tindakan penting dalam praktik kebidanan. Dengan pendekatan hands-on, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan teknik jahit perineum secara langsung di bawah bimbingan dosen fasilitator.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengantar materi oleh Dr. dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc.(HPE), Sp.OG, FFRI yang memberikan pemahaman dasar terkait prinsip, indikasi, serta teknik jahit perineum yang tepat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi teknik oleh para dosen fasilitator, sebelum akhirnya mahasiswa melakukan praktik mandiri. Selama proses berlangsung, para fasilitator memberikan arahan, koreksi, serta umpan balik secara langsung untuk memastikan setiap mahasiswa memahami teknik yang benar dan aman.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc.(HPE), Sp.OG, FFRI menyampaikan pesan yang inspiratif kepada para mahasiswa, “Keterampilan menjahit perineum bukan hanya soal teknik, tetapi tentang ketelitian, kesabaran, dan rasa tanggung jawab terhadap keselamatan serta kenyamanan pasien. Latihlah dengan sungguh-sungguh, karena di balik setiap jahitan ada kepercayaan yang dititipkan kepada kita sebagai tenaga kesehatan.”
Kegiatan praktikum ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan keseriusan dari para peserta. Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan klinis serta kesiapan dalam menghadapi praktik kebidanan secara profesional di lapangan.
Kegiatan ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu poin ke-3 (Good Health and Well-being) dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu, serta poin ke-4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi dan keterampilan mahasiswa sebagai tenaga kesehatan profesional. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung poin ke-5 (Gender Equality) karena berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan perempuan, khususnya dalam aspek kesehatan maternal. (Penulis: Faysa/Kebidanan).