Magister Kebidanan UGM Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Sukowati: Perkuat Pemberdayaan Kader dan Edukasi Ibu Hamil Berbasis Digital

Bojonegoro – Program Studi Magister Kebidanan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Balai Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan ini mengangkat dua inovasi yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, yaitu pemberdayaan kader Posyandu melalui Buku Saku KANCIL (Keluarga Anti Anak Kecil Stunting) serta edukasi kesehatan ibu hamil berbasis aplikasi pesan singkat WhatsApp (Tele-Edukasi KIA).

Kegiatan dihadiri oleh 11 ibu hamil, 27 kader Posyandu, 2 tenaga kesehatan dari Puskesmas Kapas, serta Kepala Desa Sukowati beserta Ibu Kepala Desa. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan pemerintah desa menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.

Program pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi pembelajaran mahasiswa Magister Kebidanan yaitu Sinta NuriahSyifa Aulia, mengusung program berjudul “Program Pemberdayaan Kader dalam Pelayanan Kebidanan Komunitas di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro melalui Inovasi Buku Saku KANCIL (Keluarga Anti Anak Kecil Stunting) sebagai Media Edukasi Kader.” Sementara itu, Habibati Kiky W dan Hasmaryanti, melaksanakan program “Tele-Digital Empowerment: Pengaruh Edukasi Berbasis Aplikasi Pesan Singkat (WhatsApp) terhadap Kesehatan Ibu Selama Masa Kehamilan.”

Melalui program Buku Saku KANCIL, para kader Posyandu memperoleh edukasi mengenai pencegahan stunting dan penguatan peran kader dalam pelayanan kebidanan komunitas. Inovasi ini diharapkan menjadi media edukasi praktis yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam mendampingi keluarga, khususnya pada upaya pencegahan stunting sejak dini.

Sementara itu, program Tele-Edukasi KIA bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan selama masa kehamilan melalui media WhatsApp. Materi yang diberikan meliputi edukasi kesehatan kehamilan, tanda bahaya pada setiap trimester, serta tanda-tanda persalinan sehingga ibu hamil dapat mengakses informasi kesehatan secara mudah, cepat, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Sukowati dan Ketua Program Studi Magister Kebidanan, kemudian penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi dan kerja sama. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari kedua tema pengabdian masyarakat, sesi diskusi dan tanya jawab, pelaksanaan post-test, penyampaian pesan dan kesan dari Kepala Desa Sukowati, serta diakhiri dengan penutupan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu hamil menyampaikan bahwa edukasi melalui WhatsApp sangat membantu karena mudah diakses kapan saja dan memudahkan mereka memperoleh informasi kesehatan selama kehamilan. Di sisi lain, para kader Posyandu memberikan apresiasi terhadap Buku Saku KANCIL yang dinilai memiliki desain menarik, materi yang mudah dipahami, dan dapat digunakan sebagai panduan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Pihak Desa Sukowati dan Puskesmas Kapas juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dari Program Studi Magister Kebidanan FK-KMK UGM memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas kader maupun pengetahuan ibu hamil. Ke depan, diharapkan kerja sama serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Kebidanan FK-KMK UGM kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta fasilitas pelayanan kesehatan. Inovasi berbasis komunitas dan teknologi digital diharapkan mampu menjadi strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu di Indonesia.

Berita Terkait