Bantul, 30 Mei 2026 – Mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk TANGKAS STUNTING (Tanggap Kader Cegah Stunting) pada Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 09.00–11.00 WIB, di Padukuhan Padak, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan implementasi Mata Kuliah Kebidanan Komunitas yang bertujuan memperkuat kapasitas kader kesehatan melalui penerapan Booklet TANGKAS STUNTING sebagai panduan dalam melakukan deteksi dini risiko stunting serta pendampingan keluarga.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Tsania Kurnia Dwianugerah dan Tanikha Hery Setiani ini diikuti oleh kader kesehatan setempat. Dari total 22 kader yang menjadi sasaran, sebanyak 18 kader hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Kehadiran para kader mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting melalui pemberdayaan kader sebagai garda terdepan di tingkat komunitas.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembagian Booklet TANGKAS STUNTING, lembar pre-test, dan konsumsi. Acara kemudian dibuka secara resmi, disusul sambutan dan penyampaian materi mengenai deteksi dini risiko stunting serta strategi pendampingan keluarga menggunakan booklet yang telah disusun. Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para kader aktif berbagi pengalaman sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu dan pendampingan keluarga. Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengisi post-test sebelum kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.
Booklet TANGKAS STUNTING dikembangkan sebagai media edukasi yang praktis dan mudah dipahami sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kader dalam kegiatan Posyandu maupun kunjungan rumah. Melalui media ini, kader memperoleh panduan untuk mengenali faktor risiko stunting sejak dini, melakukan pemantauan secara sistematis, serta memberikan edukasi yang tepat kepada keluarga mengenai upaya pencegahan stunting.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Para kader menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain itu, booklet dan poster yang diberikan diharapkan dapat terus digunakan sebagai panduan dalam mendeteksi risiko stunting, memberikan edukasi kepada keluarga, serta mendukung pelaksanaan Posyandu agar semakin efektif.
Pihak setempat turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Mereka mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Magister Kebidanan UGM dan seluruh kader atas semangat serta partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Diharapkan ilmu yang telah diperoleh dapat diterapkan secara optimal dalam kegiatan Posyandu sehingga kader mampu mengenali risiko stunting sejak dini, melakukan edukasi kepada keluarga, dan berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di wilayah Padukuhan Padak.
Melalui kegiatan TANGKAS STUNTING (Tanggap Kader Cegah Stunting), mahasiswa Magister Kebidanan UGM menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan ilmu kebidanan komunitas melalui pemberdayaan kader kesehatan. Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat upaya pencegahan stunting sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.